MUDAH MEMAHAMI BACAAN SALAT ALA Prof Dr MOH. ALI AZIZ MAg AJAK SELALU BERPIKIR POSITIF

MUDAH MEMAHAMI BACAAN SALAT ALA Prof Dr MOH. ALI AZIZ MAg
AJAK SELALU BERPIKIR POSITIF


 


Salat adalah ibadah wajib bagi umat Islam. Berkaitan dengan itu, guru besar Universitas Islam Negeri Surabaya Prof Dr Moh. Ali Aziz MAg mengadakan penelitian. Tujuannya, membantu cepat memahami bacaan salat.

            Sedih, sakit, tertimpa masalah, hingga mengalami keterbatasan fisik sering menjadi fase hidup tak terelakan. Kondisi yang tidak menyenangkan itu tak jarang membuat seseorang merasa terpuruk. Akhirnya, melupakan nikmat yang telah diberikan Tuhan.
            Ali, sapaan Moh. Ali Aziz, mengaku pernah mengalaminya. Kala itu tahun 2000. Sepulang dari menjadi imam di Mauritius Afrika, Ali kehilangan suaranya secara total. Di tengah kesedihannya, dia tenggelam dalam buku-buku tentang tasawuf (kebeningan hati). “Saat itulah saya sadar betapa mahalnya anugerah suara,” ungkap putra H Abd. Aziz Dn Hj Nafisah itu.
            Cobaan tidak berhenti sampai disitu. Beberapa tahun kemudian, Ali merasa sakit luar biasa di punggung dan lutut. Sembuh. Muncul ide membuat buku terapi salat bahagia. Tujuan utamanya sederhana, agar bisa berbagi dengan orang banyak. Juga, menjadi solusi untuk memberikan pemahaman bacaan salat dengan mudah. Hasil akhirnya, bahagia dengan salat.
            Ali melakukan penelitian selama dua tahun. Dia mengumpulkan seluruh bacaan salat yang pernah ada. Kemudian, dia mencari satu per satu mana yang berasal dari Rasulullah. Selanjutnya, mencari makna setiap bacaan.
            Setelah membuat rumusan, pria kelahiran Lamongan, 9 Juni 1957, tersebut melakukan uji coba. Mahasiswa, dosen, karyawan, hingga pemulung dia libatkan. Sayang, rumusan kata kunci untuk memahami bacaan salat secara singkat masih terlalu sulit. “Saya ingin hasil penelitian ini bisa dipahami semua orang, bukan karya professor yang sulit dipahami,” tuturnya.
            Setelah berkali-kali revisi, akhirnya ditemukan rumusan yang paling tepat. Yaitu, Subhan Turut Hadir di Masjid untuk Aksi Sosial. Subhan adalah inti surat Al Fatihah. Turut berarti inti doa rukuk, yaitu tunduk atas kemauan Allah SWT. Hadir sebagai inti doa Iktidal berisi hak pujian hanya bagi Allah dan semua yang dialami manusia adalah takdir dari-Nya. Kemudian, masjid sebagai inti doa sujud. Berisi ampunan, kasih, sejahtera, dan iman. Sosial berarti inti doa tasyahud, yaitu salawat, persaksian, dan tawakal.
            Melalui penelitiannya, Ali mengajak orang untuk mengubah pola berpikir. Dari negatif menjadi positif. Kini, bergulir permintaan agar buku karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin dan Inggris. “Soft Copy-nya sudah di kirim ke LA (Los Angeles, AS) untuk diterjemahkan, tapi memang sulit karena harus menyesuaikan kata kunci,” ungkapnya.

Oleh : Prof Dr Moh. Ali Aziz MAg
Lahir : Soko, Glagah, Lamongan, 09 Juni 1957
Almamater :
-          Ponpes Ihyaul Ulum Gresik selama lima tahun.
-          Fakultas Dakwah IAIN Surabaya, lulus pada 1982 sebagai sarjana tercepat dan termuda, 21 tahun.
-          Pengalaman menjadi imam masjid di Mauritius, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Taiwan, Inggris, Jepang, Belanda, Iran, Bangladesh, dan Nepal.



Tulisan ini pernah dipublikasikan Koran Harian Jawa Pos, Kamis 06 Oktober 2016





Kunjungi tulisan lainnya : http://fadilasn.co.id





Komentar

Postingan populer dari blog ini