RESENSI BUKU: DAMPINGAN UNTUK SANG BUAH HATI

RESENSI BUKU: DAMPINGAN UNTUK SANG BUAH HATI

Judul Buku      : Mengantar Cinta Ke Gerbang Dewasa
Penulis             : Koko Nata Kusuma
Penerbit           : Gema Insani
Tahun Terbit    : Cetakan Pertama, Oktober 2007
Halaman          : 134 Halaman
ISBN               : 978-979-077-021-8


Buku panduan untuk orang tua yang sangat naratif dan menarik. Lebih dari sekedar mengajak untuk mengetahui perubahan psikis dan psikologis anak, akan tetapi juga untuk memahaminya.

            Koko Nata Kusuma, seorang pemuda lajang menulis buku tentang panduan orang tua memahami remaja. Buku berjudul ‘Mengantar cinta ke gerbang dewasa’ ini ditulisnya melalui pengalaman pribadi dan beberapa kawannya. Dengan harapan agar orang tua mampu menjadi lebih terbuka pada anak-anaknya, mampu memosisikan diri sebagai teman sebaya anaknya, dan menjadi pendamping dari setiap masalah yang dihadapi sang buah hati. Tidak otoriter dan egosi. Dengan begitu setiap inci perubahan dari buah hati, keluarga selalu mendampingi.
            “Menjadi orang tua merupakan anugerah terindah bagi setiap insane. Tak heran berjuta cinta, kasih dan sayang senantiasa tercurah bagi sang buah hati. Namun, mengikuti pertumbuhannya adalah kembara yang sarat ujian dan rintangan. Berbagai pengaruh dan problematika hidup selalu mengiringi proses pendewasaannya. Oleh karenanya, mengantar putra-putri kita ke gerbang dewasa membutuhkan panduan dan pembelajaran selalu,” bunyi pengantar penerbit dalam buku itu.
            Tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana menjadi orang tua yang baik, juga cara mendidik anak yang benar. Semua itu harus dipelajari sendiri, namun bukan berarti keberadaan anak sebagai bahan percobaan untuk menjadi orang tua yang baik. Ibarat ketika kita membeli mesin cuci, disana ada buku panduan dalam menggunakannya dan dianugerahi seorang anak tidak sama dengan itu. Mau tidak mau, orang tua harus membekali diri dengan pengetahuan. Buka mata buka telinga terhadap segala sesuatu yang terjadi pada anak, agar tidak ada kebingungan saat anak mulai berubah seiring usianya.
            Dalam buku ini, Koko menyajikan perjalanan keluarga kecil, dengan 2 orang anak dan ibu ayahnya. Mulai dari Ali dan Nisa (nama tokoh –anak– dalam narasi) masih kecil hingga menginjak remaja, sekolah menengah keatas (SMA). Penyajian dalam buku ini tidak seperti buku panduan pada umumnya, pengemasannya berupa narasi, dengan memperlihatkan kejadian yang mungkin dialami suatu keluarga saat buah hatinya mulai tumbuh dan berkembang. Disini Koko berusaha memperlihatkan (to show), tidak menceritakan (to tell), apalagi menceramahi. Seperti urusan seks; hal ini ia sajikan sebagai tema obrolan keluarga kecil itu, meski ia tahu bahwa masih banyak diantara kita yang menganggap pembahasan tentang seks itu tabu.
            Contohnya, saat itu bunda mendengar kabar bahwa anak tetangganya baru mengalami menstruasi pada saat duduk di kelas 4 SD. Bunda langsung tercengang dan teringat Nisa yang sekarang kelas 6 SD, “bagaimana kalau Nisa tiba-tiba mendapatkan haid –sebutan menstruasi– di sekolah dan ia tidak tahu-menahu soal itu? Bagaimana kalau Nisa panic dan menyangka dirinya terkena penyakit aneh? Wah, bisa shock dia!” pikir bunda. Tidak lama setelah itu, beberapa hari kemudian hal yang ditakutkan bunda terjadi, Nisa kedatangan haid ketika di sekolah jauh sebelum bunda sempat memberikannya pengertian. Nisa tampak kaget dan tegang. Untung saja beberapa waktu lalu, setelah mendengar kabar anak tetangganya haid bunda langsung berbagi informasi dengan teman SMA dulu yang juga seorang psikolog. Dari sana bunda terbantu.
            Hal itu dialami ayah juga, ketika Ali mulai menanyakan sesuatu yang sedikit sentimentil tentang perkembangan yang ada pada dirinya sebagai seorang laki-laki, juga tentang perubahan yang ada pada adiknya. Dengan penjelasan dan uraian, ayah menjawab semua pertanyaan Ali. Ayah menggunakan alat bantu buku saat menjelaskan pada anak sulungnya itu, seperti yang juga dilakukan bunda saat menjelaskan pada Nisa.
            Jelas tergambar dalam buku ini, bahwa pemuda lajang penulis buku ini sangat menekankan bahwa perlu diperhatikan komunikasi antar anggota keluarga. Terlebih ketika anak mulai tumbuh usia, keterbukaan anak kepada orang tua harus tetap terjaga. Seiring banyaknya kejadian yang dilalui si anak, harus didukung pantauan dan pemahaman orang tua akan hal itu. Karena menurutnya, komunikasi harus tetap terjaga jangan sampai jengah dan malu sehingga anak mencari informasi diluar, yang belum tentu kebenarannya. Alangkah lebih baiknya jika orang tua menjadi sumber utama pengetahuan si anak, mengingat pendidikan pertama bagi anak-anak itu adalah rumah.
            Selain tentang perkembangan anak, dalam buku ini juga menyajikan tentang pengetahuan biologis manusia, dilengkapi dengan wawasan beragama. Bahasa yang digunakan Koko pun sangat mendukung bahasan dalam buku ini, karena penggambaran kejadian yang kerap kita temui, hingga mampu terserap ke alam bawah sadar.
            Sebagaimana peribahasa yang sering kita dengar, “Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”, seperti itu pula saat membaca buku panduan ini. Membaca buku ini, dua sampai tiga pengetahuan dipelajari. Sangat rekomendasikan buku ini untuk segera di baca, baik oleh orang tua, remaja, atau calon-calon orang tua.




Kunjungi tulisan lainnya : http://fadilasn.co.id





Komentar

Postingan populer dari blog ini