NEGERI INI MEMANJAKAN PENIKMAT KOPI


NEGERI INI MEMANJAKAN PENIKMAT KOPI

Indonesia adalah salah satu Negara eksportir kopi terbesar di dunia dengan jumlah kopi yang diekspor mencapai 400.000 ton tiap tahunnya. Dengan jumlah yang tidak sedikit itu pula, kopi menjadi salah satu komoditas ekspor terbesar di Indonesia serta berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Negara. Begitu keterangan yang dikutip dari situs student.cnnindonesia.com.

Indonesia dengan kopinya tidak hanya tentang pemasok ekspor terbesar di dunia. Banyak kisah yang terlintas kala kita berbicara tentang minuman berwarna pekat di Negara berbenderakan merah putih ini. Yah, Indonesia menjadi salah satu Negara yang ramah akan kopi. Mangkraknya warung kopi disana-sini menjadi cerminan tersendiri, bahwa saat ini Bumi Ibu Pertiwi sedang memanjakan pencinta kopi.
Di Aceh kita kenal, kopi tarik, kopi robusta, kopi Arabica, kopi bakopi dan lain sebagainya. Kopi-kopi ini dipanen oleh petani karena memang dataran tinggi disana mendukung pertumbuhan biji kopi. Dengan kekhasan dari rasa dan harum aroma kopi-kopi ini, menjadikan pasar dari pendistribusian kopi aceh telah mendunia hingga ke pasar Asia, Eropa dan Amerika.
Cerita dari Padang, disana ada Kedai Kopi Ongga di Jalan Pasar Mudiak. Kedai kopi ini menyajikan kepekatan hitam dari kopi sebagaimana pada umumnya. Hanya saja managemen dari kedai tradisional yang sudah berdiri sejak 1952 ini menawarkan daya tarik tersendiri. Di dalam kedai berukuran 5x8 meter itu, sekali berkunjung kita akan diajak berbagi kebahagian dan kepedulian pada sesama melalui kopi dinding.
Semisal jika sekali pesan kopi seharga Rp. 8.000,00,- dan kita membayar Rp. 16.000,00,- maka satu gelas lainnya akan dialokasikan untuk kopi dinding. Kopi dinding ini diperuntukkan bagi sodara kita yang kurang mampu, dengan begitu mereka bisa menikmati kopi yang sudah kita bayar cukup hanya dengan menukar stiker dari kopi dinding. Jadi prinsipnya orang yang membayar tidak tahu siapa yang di traktir, begitupun sebaliknya.
Bahkan saat ini, warung/kedai kopi dengan masing keunggulan yang ditawarkan sudah begitu berkembang. Ketika pergi ke Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan di kota/kabupaten sekitarnya, kita dapat menjumpai warung kopi berfasilitas wifi dengan sangat mudah. Kita cukup bisa memilih warung kopi mana yang akan disinggahi. Tidak perlu berjalan terlalu jauh, warung kopi berwifi bisa kita temukan karena lokasinya yang berdampingan di kanan-kiri. Keberadaan warung kopi dengan koneksi internet menjadi nilai jual tersendiri. Saat ini kebutuhan masyarakat akan koneksi internet sudah terbaca oleh pebisnis warung kopi dengan diberinya wifi secara gratis hanya dengan berkunjung ke warung kopi tersebut.
Tak ayal, di Surabaya, tepatnya di Barista Bioscoop Café Juli Fitrianto merupakan café yang sangat melek akan isu. Pemilik café ini Juli, kerap bereksperimen dengan mengaitkan kopi yang disajikan pada pengunjung dengan hal yang sedang booming di masyarakat saat ini. Seperti beberapa bulan lalu, kedatangan Raja Salman ke Indonesia menjadi tema untuk secangkir kopi dari café-nya. Jelas menjadi daya tarik tersendiri saat pengunjung mendapatkan satu cangkir kopi bergambarkan wajah Raja Salman di foam-nya. Seperti yang dilansir oleh Harian Jawapos (08/03).
Uniknya lagi, di bawah kaki Jembatan Suramadu, jembatan yang menghubungkan antara Pulau Madura dan Pulau Jawa itu juga banyak ditemukan warung kopi. Warung kopi disana formatnya outdoor tanpa atap dan berbentuk lesehan dengan hanya memberi fasilitas karpet sebagai alas duduk pengunjung. Kopi yang disajikanpun hanya mengandalkan kopi siap saji tanpa racikan atau kekhasan tersendiri, akan tetapi marak ramai dikunjungi para penikmat kopi. Pasalnya, daya tarik dari warung kopi disana terletak pada konsep outdoor, dengan menyajikan kesan menyatu dengan alam. Yah… menyatu dengan alam karena memang ketika kita berkunjung ke warung kopi disana, kita akan langsung melihat ombak laut dari bawah kaki Jembatan Suramadu.
Negeri ini begitu memanjakan pecinta dan penikmat kopi bukan? Dengan berbagai keunggulan serta keunikan yang ditawarkan. Minuman dengan warna hitam pekat ini yang dulunya hanya disukai orang yang sudah berusia, namun sekarang, pada perkembangannya, kopi sudah mampu diterima siapa saja. Remaja, anak-anak hingga tua muda bisa menikmati pahit manis darinya.
Surabaya, 08 Mei 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini