KINI, APA SEBENARNYA YANG TERPENTING DALAM HIDUP KITA?



KINI, APA SEBENARNYA YANG TERPENTING DALAM HIDUP KITA?
Image result for hidup penting
Dok.Istimewa

Di zaman modern seperti saat ini. Apa sih sebenarnya yang paling berharga bagi anak manusia. Baik itu generasi Y, Z, atau Alpha. Yah masing diantara kita jelas mesti terpikir, keluarga penting diatas segalanya, karir menduduki posisi setelahnya, atau entahlah bagaimana alur prioritas lainnya.

Tapi disadari atau tidak, baru-baru ini ada yang lebih berharga dari semuanya. Mungkin akan banyak yang tidak sepakat. Namun itulah kenyaataannya. Apa itu? Mari renungkan sejenak, tanpa menolak terlebih dahulu. Itu akan lebih baik tentunya.
Kesana kesini kita tidak akan lupa padanya. Pikiran dan benak selalu tertuju padanya. Bahkan tidak jarang waktu kita pun lebih banyak terkuras untuk sekedar bermain dengannya. Banyak yang bilang ini dampak era digitalisasi, saat teknologi terus berkembang seiring dengan tumbuh kembang anak manusia.
Tidak sepakat tidak masalah, yang jelas hendak dikata bahwa yang paling berharga bagi anak manusia saat ini adalah telepon genggamnya. Meski handphone hanya sekedar media penghubung saja tapi dampaknya jelas luar biasa. Yang jauh mendekat yang dekat merapat, bisa jadi berkah itu yang bisa dirasakan ketika kita bijak menggunakannya. Atau malah sebaliknya, yang dekat menjadi jauh yang jauh menjadi dekat. Bagaimana bisa? Cek sajalah keseharian kita.
Bagi yang sudah rumah tangga misalnya, bangun tidur bukannya menyapa kekasih tercinta malah langsung megang ponsel fokus balas chatting yang tertimbun semalaman. Itu bukan kebiasaanmu? Ah syukurlah… Ada lagi yang gini, kita duduk bareng agendanya kumpul-kumpul tapi fokus kita malah pada goyangan jari di atas layar ponsel. Masih bukan Kebiasaanmu? Bersyukurlah…
Bahkan kedudukan ponsel baru-baru ini sudah masuk ranah privasi. Tidak jarang kita menaruh curiga macam-macam ketika ada yang hendak meminjam posel kita. Padahal mungkin ia ingin pinjam kalkulator. Hahahay... Kejadiannya begini, ini salah satu contoh lain soal ponsel yang kini sudah masuk ke ranah privasi.
Siang itu saat aku baru dari kamar mandi, dan masih berdiri di sisi kanan hendak berkaca merapikan busana yang tengah kukenakan. Tiba-tiba ada teman lainnya datang ikut berkaca sebelum berlalu menyelesaikan urusannya dengan kamar mandi. Awalnya ia meletakkan posel pintarnya yang ku prediksi berlayar lebih dari 4.5 inchi di meja sebelah kaca, namun saat mata kami saling bersitatap, ia mengambil lagi ponsel yang sudah ia geletakkan berlalu masuk dengan menggenggam alat komunukasi tersebut.
Sontrak terkaget dengan tingkahnya. Ku lirik ponsel pintarnya baru saja diletakkannya kembali di atas wastafel yang ada di dalam kamar mandi. Aku bisa melihat itu karena posisi kamar mandi waktu itu masih ia buka lebar. Sesaat setelah itu barulah ia menutup pintu dengan diiringi bunyi kunci tanda sudah tertutup rapat.
Kejadian itu membuat aku merenung, sebegitunya kah posisi ponsel dalam kehidupan kita saat ini. Karena aku yakin bukan karena takut hilang atau apa ponsel itu kembali diambilnya dan dibawa masuk ke dalam kamar mandi. Tapi pasang tatap mata kami yang sempat bertemu itu yang membuatku melahirkan anggapan bahwa pada perkembangannya ponsel saat ini sudah masuk ke ranah privasi hingga perlu selalu tersimpan rapi, dijaga dan diawasi disana-sini. Jangan kaitkan ini dengan anggapan berprasangka buruk. Ini hanya refleksi keseharian saja...
Tapi menganggap privasi ponsel sendiri itu juga lebih bagus, berarti ada unsur usaha menjaga data privasi kita.


 Surabaya, 26 Februari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini