DEMAM PARODI GARA-GARA DILANKU (2018)
DEMAM
PARODI GARA-GARA DILANKU (2018)
![]() |
| Dok.Istimewa |
Bukan generasi milenial kalau tidak
kenal Dilan. Tokoh utama dalam novel Pidi Baiq yang akhir-akhir ini tengah menjadi
buah bibir di kalangan anak muda.
Bagaimana
tidak? Baru dua hari film ‘Dilanku 1990’ yang diadopsi dari novel Pidi Baiq ini
tayang di layar kaca, Kamis, 25 Januari 2018, tagar #Dilan1990 #Dilanku
#DilanMilea sudah banjir di berbagai media sosial.
Kalau
diamati lagi, sebenarnya banjir soal Dilan ini sudah berlangsung sejak awal teaser
film garapan Falcon Pictures dipublikasikan ke media massa, pada akhir tahun
lalu. Mulai dari sana ragam kutipan romantis khas Dilan disebar oleh para
pencintanya.
Herannya
nih, Dilan bukannya anak SMA tahun 1990 yah? Tapi kok antrean bioskop yang mau
nonton ‘Dilanku (1990)’ malah full generasi Z dan A? Ada yang bisa jawab? Akuh sih
cuman mau ngucapin selamat aja buat penulisnya, “Hey Bang Pidi Baiq loe sukses
bisa ngerebut hati banyak orang,” hehehe…
Yang
bikin bius banyak orang dari Dilan itu sebenarnya apa sih? Soal keromantisannya
kali yah? Soalnya meski terkesan slengekan, apalagi Dilan tergabung dalam geng
motor, tapi disini Pidi Baiq telah sukses dalam penggambaran karakter penokohan
Dilan yang unik tapi romantis, hingga mampu mencuri hati tiap pembacanya. Ga
heran banyak yang nungguin filmnya tayang.
Kabarnya
sih, Dilan itu bukan hanya tokoh dalam novel saja, tapi ada wujud nyatanya,
alias kisah Dilan dalam novel merupakan kisah nyata. Namun terlepas dari pada
itu, ini nih beberapa kutipan keromantisan Dilan yang banyak dicuitkan para pencintanya.
“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Nggak tahu kalau sore. Tunggu aja”
Besoknya, Dilan
menyatakan cintanya untuk Milea pertama kali melalui sepucuk surat. Aduh jadi
bayangin ada yang gitu juga. Bisa kelepek-kelepek perasaan adek bang. Hehehe…
“Pemberitahuan: Sejak
Sore kemarin, aku sudah mencintaimu”
Ini pengumuman macam
apa coba? Tapi meski begitu, kejujuran Dilan dalam mengakui perasaannya patut
diacungi jempol. Andai si dia begitu yah. Hust! menghayal lagi kan jadinya.
“Selamat
ulang tahun Milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku
sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya… Dilan!!”
Duh rasanya pasti
banyak banget yang ngarep punya someone kayak Dilan. Jangankan buat kamu
sedih, ngebayangin kamu pusing aja dia ga bisa. Hembtala… Sisakan satu yang
kayak Dilan Ya Tuhan. Satu aja tak apa-apa. Tapi jodoh yah. Hehe…
“Nanti
kalau kamu mau tidur, percayalah aku sedang mengucapkan selamat tidur dari
jauh. Kamu nggak akan dengar”
Perhatiannya itu lho…
Hemb, Ini nih salah satu pelajaran berharga dari Dilan tentang cara membuat
nyaman pasangan kita. Kalau kamu gimana? Hihihi…
“Jangan
pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, Milea. Nanti, besoknya, orang itu
akan hilang!”
So
sweetnya. Mau ga kalau ada yang jagain kamu kayak gitu?
“Jangan rindu. Itu
berat. Kamu nggak akan kuat. Biar aku aja,”
Ini yang paling
banyak bikin remaja parodi sama Dilan. Rindu oh rindu…
“Jangan ketawa.
Ketawa kamu itu bagus Nanti dia jadi suka samamu”
Rayuannya Dilan nyampek
ke ulu hati uy. Gimana ga? Mau ngelarang Milea ketawa aja masih pakek gombal.
Serbet. Karpet. Semua yang berserat-serat pokoknya.
“Cemburu
itu hanya untuk orang yang nggak percaya diri. Dan sekarang aku sedang tidak
percaya diri”
Sepakat ga sih kalau ada
yang ngomong Dilan ini romatis buangettt? Nih buktinya, lagi cemburu aja masih
bisa berpuitisisasi, ah entah apalah itu… Pantesan pas denger Dilan bilang
gitu, si Milea malah senyum-senyum sendiri. hahahay…
Dan masih banyak lagi
keromantisan Dilan lainnya…
Tapi tahu tidak soal fenomena
menarik dari semua cuitan keromantisan Dilan selama ini? Jangan bilang, strategi
gombal romantis slengekan khas Dilan, itu bakal banyak digunain anak muda jaman now buat
nembak gebetannya. Ah kalau gitu mah udah kebaca kali. Cuman
ini ada fenomena lucu, dan akuh bilang ini “Demam Parodi, Gara-Gara Dilanku
(2018)”. Kenapa begitu? Cek aja parodi-parodi yang udah disematkan penggemarnya.
“Jangan nonton film
Dilanku (1990) sendirian, kamu ga akan kuat. Ajak aku aja,”
Hayoo ngaku. Ini pasti
modusnya jomblowan/wati biar ga nonton sendirian kan?
Andai guruku bilang
gini : “Jangan hafalan itu berat kamu ga akan kuat biar aku aja,”
Andai
dosen penguji skripsiku bilang gini : “Jangan revisi itu berat kamu ga akan
kuat biar aku aja” (Film Dilan tayang di awal Januari, dimana itu musiman skripsi, jadinya yah gini
amat efeknya. Hehe…)
Ga
tanggung-tanggung, malah ada yang gini :
“Jangan
revisi itu berat, kamu ga akan kuat biar langsung aku acc saja,”
Lebih kerennya lagi ada yang mau gantiin Dilan, hahaha lucu tahu…
“Jangan
jadi Dilan itu berat kamu ga akan kuat, biar aku aja…,”
Noh…
ragam kutipan Dilan bisa dibumbukan pada apa aja dari kehidupan pribadi pembaca
juga penontonnya. Hemb… Lucu banget kan? Kamu ga tahu soal ini? Atau malah kamu
salah satu yang juga ikutan parodi?
Dan
fakta lainnya adalah, sekitar satu tahun yang lalu, pas awal kali akuh punya
Novel Dilan, sejak saat itu semangatku tergugah! Akhirnya akuh dapet hidayah
mau nulis cerita fiksi dan bertekad ingin punya karya layaknya Bang Pidi Baiq.
Ketahuilah! Senyatanya, setelah membaca karya Bang Pidi Baiq, yang kunilai
unik, menarik namun tetap sederhana, akuh merasakan semacam ada virus menulis
yang mampu tersebar. Jika kamu tidak percaya akan hal itu, maka cobalah!
Bacalah! Rasakanlah! Dan temukan tekadmu dari sana.
Ah…
Dilan lu bener ada ga sih?
Ah…
Bang Pidi Baiq, Hormat deh gua sama penulis satu ini…
Surabaya, 27 Januari 2018

Komentar
Posting Komentar