WANITAKU
Wanita…
Kau
tahu apa istimewanya dia?
Tak
lebih dari seorang anak manusia?
Begitukah?
Wanita…
Pernahkah
tersadar jika keberadaan kita termasuk perjuangannya.
Mengandung
kita selama 9 bulan lamanya.
Menyusui
kita kurang lebih dari 2 tahun.
Menimang
kita hingga bisa berlari sendiri.
Menyuapi
kita dengan tangan halusnya semasa belum mandiri.
Membantu
kita membersihkan diri, pakaian, dan semuanya.
Selesai
disana? Jelas tidak.
Bagaimana
dengan kita yang selalu merepotkannya?
Menyita
banyak waktunya?
Mengalihkan
dunianya hanya untuk terfokus pada kita?
Mengharuskannya terus memantau perkembangan kita?
Mengganggu tidur nyenyaknya dengan tangisan kita?
Mengharuskannya terus memantau perkembangan kita?
Mengganggu tidur nyenyaknya dengan tangisan kita?
Ah…
Ibunda bahkan kesuksesanku saat ini jua atas perananmu.
Maafkan
daku yang mungkin belum berbakti.
Ampuni
daku yang masih merepotkanmu dan belum bisa mandiri.
Tegur
daku kala langkah ini melukai lembut hatimu.
Tak kuasaku meneruskan,
Bahkan tetes air mata takkan mampu menceritakan indahmu Ibunda...
Surabaya, 03 Januari 2017
Komentar
Posting Komentar