SELEMBAR KERTAS ITU BERNAMA KALENDER AKADEMIK
SELEMBAR KERTAS ITU BERNAMA KALENDER AKADEMIK
“JADWAL YANG BELUM SEPENUHNYA DIPATUHI”
Saat
sengatan matahari mampu menghantarkan panas ke setiap makhluk di bumi, Sinta
(bukan nama sebenarnya) sesekali mengusap peluh. Ia duduk seorang diri
memegangi selembar kertas berukuran A3. Detail mengamati kertas di pangkuannya,
tak jarang ia mengerutkan dahi seraya mengeluar-masukkan jari-jemarinya dari
genggaman tangan bak menghitung sesuatu.
“Ini
tidak sesuai dengan jadwal,” gumam Sinta saat didekati.
Diantara
guguran daun, sambil membenarkan posisi duduknya menjadi bersila, Sinta yang
saat ini menimba ilmu di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menceritakan, bahwa
ia sedang menghitung sisa masa aktif kuliah di semester gasal ini. Di bawah
rerindangan pohon bertemankan angin sepoi-sepoi, siang itu sebenarnya Sinta
ingin menyesuaikan jadwal kegiatannya dengan mempertimbangkan kalender akademik
kampus.
Namun
sayang, belum sempurna menyusun jadwal, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi
(ILKOM) itu tengah dikagetkan oleh kalender akademik kampus yang ternyata tidak
sesuai sebagaimana terjadwal. Kalender yang diseberluaskan kepada seluruh
civitas akademika kampus nampaknya tidak sepenuhnya menjadi acuan perguruan
tinggi dalam melaksanakan kegiatan di lingkungan pendidikan.
Dalam
kalender akademik, tercatat pada tanggal 11 November 2017, UINSA akan
melangsungkan prosesi wisuda gelombang pertama semester gasal. Namun nyatanya
hingga saat ini, Sinta sedikitpun belum mendengar kabar tersebut. Hal itulah
yang membuat Sinta sedikit cemas.
Gadis
yang berniat lulus di semester gasal gelombang kedua ini tidak ingin jadwal
wisudanya molor. Kecemasannya tidak lain didasarkan pada kabar wisuda
gelombang pertama yang belum tersebar hingga kini. Sinta khawatir, wisuda
gelombang pertama bisa jadi molor dan hal serupa mungkin saja juga
terjadi pada wisuda gelombang kedua.
“Cemas
saja! Saya ingin lulus bulan Februari. Tetapi gelombang pertama kok belum
terdengar kabarnya,” ujar mahasiswi semester tujuh itu.
Meski
begitu, Sinta menyadari bahwa kecemasannya ini tidak dapat dibenarkan, karena
ia sendiripun belum memastikan secara jelas pada pihak kampus.
“Informasi wisuda
belum tersebar. Atau mungkin kalender akademik memang tidak bisa menjadi
acuan,” tuturnya menyayangkan.
Kunjungi tulisan lainnya : fadilasn.blogspot.co.id

Komentar
Posting Komentar