WUDLU INSPIRATIF
oleh :
Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ
وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ
وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا
فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ
أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ
تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ
بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ
عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ
نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٦
Hai
orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka
basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu
dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub
maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali
dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak
memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih);
sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak
menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan
nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur (QS. Al Maidah [05]:06).
Pada ayat sebelumnya, Allah menjelaskan beberapa makanan dan hewan yang
halal dimakan serta para wanita yang halal dinikah. Sebagai kelanjutan,
ayat yang dikutip di atas (QS. Al Maidah [05]:06) menjelaskan perintah
berwudlu yaitu membersihkan muka, tangan, kepala dan kaki sebelum shalat
untuk memperoleh bimbingan dan berkah dalam usaha mencari kenikmatan
biologis tersebut serta menerima semua anugrah dengan rasa syukur dan
senang hati.
Bisakah kita meraih kebahagiaan dan inspirasi melalui wudlu? Kita akan
menemukan jawabannya dengan mempelajari penutup ayat tentang perintah
wudlu di atas, la’allakum tasykurun (agar kamu menerima semua anugrah
dengan syukur atau senang hati), lalu kita kaitkan dengan doa berwudlu
yang diajarkan Nabi SAW, Allahummaghfirli dzanbi, wawassi’ li fi dari
wabarikli fi rizqi (Wahai Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah rumah
tanggaku dan berkahilah rizkiku) (HR Al Nasa-i dari Abu Musa Al Asy’ari
r.a). Jadi, wudlu ikut menentukan kebahagiaan rumah tangga dan
keberkahan usaha Anda.
Mengapa wudlu kita selama ini hanya menghasilkan kesegaran pisik tanpa
kesegaran jiwa dan otak? Anda paling tahu jawabannya: karena wudlu kita
hanya wudlu ritual, bukan wudlu spiritual atau wudlu pisik tanpa hati.
Berikut ini sembilan langkah berwudlu yang menghasilkan kesehatan,
inspirasi, optimisme dan kebahagiaan keluarga. Pertama, cucilah kedua
tangan dengan sabun agar bersih, harum dan terbebas dari kuman.
Bersihkan telapak dan punggung tangan serta sela-sela jari Anda sampai
bersih. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh masuknya kuman yang
membahayakan melalui tangan.
Kedua, berkumurlah tiga kali, lalu masukkan air ke dalam hidung dan
semprotkan keluar agar rambut dalam lubang hidung Anda bersih dan
berfungsi untuk menangkal debu yang merusak pernafasan dan paru-paru.
Bersihkan gigi dengan kayu siwak atau sikat dengan pasta gigi untuk
membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi dan menyegarkan mulut Anda.
Pada saat berkumur, berdoalah dalam hati: “Wahai Allah, ampunilah
dosa-dosa yang bersumber dari mulutku. Aku yakin, dengan
pertolongan-Mu, aku bisa berbicara benar, komunikatif, menyenangkan dan
menyemangati semua orang, khususnya keluargaku tercinta.”
Senyum dengan gigi yang putih bersih dan bau mulut yang segar merupakan
identitas Anda sebagai muslim terbaik. Bau mulut yang harum dan tutur
kata yang menyenangkan dapat menghangatkan pergaulan dengan siapapun,
bahkan menyenangkan malaikat-malaikat yang bertugas mengirim rahmat
untuk Anda. Jangan mengusir para malaikat dengan gigi yang kotor dan bau
mulut yang tak sedap.
Ketiga, basuhlah muka Anda secara merata sebanyak tiga kali dengan
membaca doa wudlu sebagaimana disebutkan di atas, sekaligus dengan doa
dalam hati, “Wahai Allah, ampunilah dosa-dosa yang bersumber dari
mukaku. Aku yakin, melalui muka yang tersinari cahaya-Mu, aku bisa
menyenangkan dan menyemangati semua orang, khususnya keluargaku
tercinta.” Pastikan bahwa semua bagian muka Anda terbasuh dengan air,
termasuk sela-sela jenggot. Keempat, basuhlah tangan kanan dan kiri Anda
sampai ke siku sebanyak tiga kali dengan menggosok permukaan kulit agar
benar-benar bersih sambil berdoa dalam hati, “Wahai Allah, ampunilah
dosa-dosa yang bersumber dari tanganku. Aku yakin, dengan
pertolongan-Mu, tanganku ini akan menghasilkan rizki yang melimpah dan
karya yang besar yang membanggakan ibu dan ayah serta semua keluargaku.”
Kelima, usaplah kepala Anda secara merata dengan cara memasukkan kedua
ibu jari ke lubang telinga kanan dan kiri, sedangkan jari-jari lainnya
mengusap kepala dari depan ke belakang dan sebaliknya. Berdoalah dalam
hati, “Wahai Allah, ampunilah dosa-dosa yang bersumber dari pikiranku.
Aku yakin, otakku yang telah tersinari cahaya-Mu akan mudah memahami
segala sesuatu, penuh kreasi dan inovasi serta berpikir positif dalam
segala hal.”
Keenam, usaplah telinga kanan dan kiri Anda dengan memasukkan jari
telunjuk ke lubang telinga dan menggerakkannya untuk membersihkan
lekuk-lekuk bagian dalam telinga. Gunakan ibu jari untuk mengusap bagian
luar daun telinga dengan sedikit menarik ke atas dan ke bawah.
Berdoalah dalam hati, “Wahai Allah, ampunilah dosa-dosa yang bersumber
dari telingaku. Aku yakin, telingaku yang telah tersinari cahaya-Mu akan
mudah menerima pengetahuan serta peka terhadap panggilan adzan dan
nasihat keagamaan.”
Ketujuh, basuhlah kaki dan dua mata kaki Anda sebanyak tiga kali dengan
menggosok kulit dan sela-sela jari kaki sambil berdoa dalam hati, “Wahai
Allah, ampunilah dosa-dosa yang bersumber dari kakiku. Aku yakin,
Engkau memberi petunjuk dan kemudahan dalam semua langkahku menuju
kesuksesan.” Dahulukan kaki kanan dari yang kiri. Upayakan dengan sabun
agar benar-benar bersih dari kuman.
Kedelapan, gunakan air dengan hemat sekalipun air itu milik pribadi,
bahkan air sungai atau laut sekalipun. Apalagi, air itu aset publik dari
kran masjid. Masa depan generasi kita amat membutuhkan air seperti
Anda. Nabi SAW berwudlu hanya dengan 1 mud air (0,76 ltr) (HR. Al
Jama’ah dari Anas r.a). Nabi SAW menegur Sa’ad r.a ketika ia agak boros
dalam berwudlu (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar r.a).
Allah SWT berfirman, “Sungguh, orang-orang boros itu saudara setan” (QS.
Al Isra’ [17]:26). Belajarlah hidup hemat demi masa depan yang
berkualitas dan kikislah sikap egois yang merugikan umat manusia.
Kesembilan, berdoalah ketika selesai wudlu, “Asyhadu alla ilaha illallah
wahdahu la syarika lah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluh.
allahumaj’alni minat tawwabina waj’alni minal mutathahhirin (Aku
mengakui dengan sungguh-sungguh tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang
Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku juga mengakui dengan
sunguh-sungguh Nabi Muhammad hamba-Nya dan utusan-Nya. Wahai Allah,
jadikan aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikan pula aku
termasuk orang-orang yang selalu bersuci (HR. Ahmad, Muslim dan Al
Turmudzi dari Umar r.a).
Selamat meraih kesuksesan, kebahagiaan dan keberkahan usaha melalui wudlu inspiratif.
Surabaya, 01 Nopember 2016
Referensi:
(1) Muhammad Hasan Al Hamshy, Qur’an Wa Bayan ‘Ma’a Asbabin Nuzul Lis
Suyuthy, Darur Rasyid, Damaskus- Beirut, tt. (2) Hamka, Tafsir Al Azhar,
Juz 5,Pustaka Panjimas, Jakarta, 1985 (3) M. Qureish Shihab, Al Misbah,
Penerbit Lenterera Hati, Jakarta, 2012, (4) Moh. Ali Aziz, 60 Menit
Terapi Shalat Bahagia, UIN Sunan Ampel Press, Surabaya, cet. XI, 2016.
P. 29-42 (5) Moh. Ali Aziz, Sukses Belajar Melalui Terapi Shalat, UIN
Sunan Ampe
Sumber : http://www.uinsby.ac.id/kolom/id/198/wudlu-inspiratif
Kunjungi
tulisan lainnya : http://fadilasn.co.id

Komentar
Posting Komentar